Sejarah
sejarah singkat sekolah
Dari
"ABDI" Menuju "Aloysius": Sebuah Perjalanan Dedikasi
Berdiri Sejak
1988
Kisah ini bermula
pada tahun 1988, di jantung kota Pangkalan Bun. Di tengah semangat untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa, sebuah sekolah menengah atas berdiri sebagai
simbol harmoni dan pelayanan. Sekolah tersebut dikenal luas dengan nama SMA
ABDI Pangkalan Bun.
Filosofi
"Aksi Bersama"
Keunikan sekolah
ini terletak pada fondasi awalnya. Tidak seperti sekolah pada umumnya, SMA ABDI lahir dari kolaborasi ekumenis yang indah antara dua institusi gereja besar:
Gereja Katolik dan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE).
Di bawah naungan Yayasan ABDI, nama sekolah ini bukan sekadar identitas, melainkan sebuah doa dan visi:
ABDI
"Aksi Bersama Dua Instansi"
Selama puluhan
tahun, semangat kebersamaan ini menjadi napas sekolah dalam mendidik generasi
muda Pangkalan Bun, menjunjung tinggi toleransi dan kualitas pendidikan.
Transformasi
Menuju Identitas Baru
Seiring
berjalannya waktu, dinamika pengelolaan sekolah mengalami perkembangan. Pada
tahun 2023, tongkat estafet pengelolaan diserahkan sepenuhnya kepada pihak
Gereja Katolik Keuskupan Palangka Raya di bawah naungan Yayasan Siswarta Palangka Raya. Ini menjadi
titik awal transisi menuju pembaruan manajemen dan visi pendidikan yang lebih
terfokus.
Puncaknya terjadi
pada bulan Juli 2025. SMA ABDI Pangkalan Bun secara resmi membuka lembaran baru
dan berganti nama menjadi:
SMA Swasta
Katolik Santo Aloysius Gonzaga Pangkalan Bun
Era Baru
Pelayanan
Saat ini, sekolah
tidak hanya mengusung nama baru, tetapi juga semangat pelayanan yang lebih
kuat. Dikelola langsung oleh Keuskupan Palangka Raya, sistem pendidikan di
sekolah ini kini diperkuat oleh kehadiran dan pendampingan para Biarawan dari
Tarekat Bruder Keluarga Kudus (FSF).
Transformasi dari
SMA ABDI menjadi SMA Katolik Santo Aloysius Gonzaga adalah bukti komitmen abadi
untuk terus beradaptasi, bertumbuh, dan memberikan pendidikan Katolik yang
berkualitas bagi masyarakat Pangkalan Bun dan sekitarnya.